silsilah tuan guru besilam
TuanGuru Besilam, Dr. Zikmal Fuad di mata Amroeni merupakan seorang guru umat pemilik sifat tawadhu' yang tinggi, ramah bertutur sapa, serta memiliki ilmu agama yang sangat luas. "Tuan Guru Besilam dulunya adalah salah satu murid saya, beliau memiliki kepribadian yang santun, cerdas, punya ilmu yang sangat luas. Kini Tuan Guru Besilam
Deskripsimengenai pendiri kegiatan tarekat Naqsabandiyah di Besilam penting untuk dijelaskan karena dalam praktik suluk penting untuk mengetahui silsilah Tuan Guru yang nantinya dapat menjelaskan mengenai kegiatan suluk, ajaran suluk hingga pada pilihan untuk melakukan kegiatan suluk.
peringatanHaul ke-98 Tuan Guru Besilam Syekh Abdul Wahab Rokan PADANG TUALANG, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi bersilaturahim ke Kampung Religi Besilam di Padang Tualang, Langkat, Jumat
Sesuaidengan ijazah yang diperoleh beliau dari gurunya Syekh Sulaiman Zuhdi sesudah bersuluk selama 6 tahun di Jabal Abi Kubis, Mekkah, maka silsilah tersebut adalah sebagai berikut: 18. Muhammad Bukhari 19. Ya'kub Yarki Hishari 20. Abdullah Samarkandi Ubaidullah 21. Muhammad Zahid 22. Muhammad Darwis 23. Khawajaki 24. Muhammad Baqi 25.
Jumat yang diciptakan oleh tuan guru Babussalam pertama Syekh Abdul Wahab Rokan Naqsyabandy yang terdiri dari 44 (empat puluh empat) bait. Adapun pemaksudan dari munajat yang akan dibahas dalam tesis ini adalah munajat yang terdiri dari 42 (empat puluh dua) bait tuan guru di atas. Dalam Kamus Umum
Mann Sucht Frau In Der Schweiz. Tanjung Pura merupakan sebuah kota di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang pernah menjadi pusat penyebaran Islam. Hingga saat ini, identitas keIslaman dari kota ini masih sangat kuat. Identitas sebagai kota para ulama juga masih melekat erat pada kota tua penuh sejarah ini. Salah satu ulama terkemuka yang berkontribusi besar dalam pembentukan keagamaan masyarakat Tanjung Pura adalah Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidy Hidup Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidy NaqsabandiSyekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidy Naqsabandi atau yang sering disebut dengan Tuan Guru Besilam, dilahirkan pada 19 Rabiul Awal 1230 H/ 28 September 1830 M, dan meninggal pada 21 Jumadil Awal 1345 H/ 27 Desember 1926 M, pada usia 115 tahun. Ia berasal dari kampung Danau Runda, Rantau Binuang Sakti, Negeri Tinggi, Rokan Tengah, Kabupaten Kampr, Provinsi Riau Rokan dinisbantkan kepada daerah asalnya. Ia meninggal dan dimakamkan di Babussalam. Hingga saat ini, pemakamannya masih dapat disaksikan di kampung Babussalam dan senantiasa ramai diziarahi oleh para kecilnya, ia dinamai dengan Abu Qasim. Ayahnya bernama Abdul Manaf bin M. Yasin bin Maulana Tuanku Haji Abdullah Tembusai, yang merupakan keturunan dari raja Siak. Ibunya bernama Abdul Wahab Rokan Al-Khalidy NaqsabandiSyekh Abdul Wahab Rokan, berasal dari keluarga yang terkenal sebagai alim besar dan shalih. nenekandanya, yakni Haji Abdullah Tembusai merupakan seorang ulama yang disegani di daerahnya. Diriwayatkan dalam sebuah sumber bahwa syekh Abdul Wahab Rokan merupakan seseorang yang berpenampilan sederhana, ia berperawakan sedang, kulitnya putih kuning, air mukanya bersih dan menarik hati setiap orang yang melihatnya. Ia berakhlak baik, tekun beribadah, zhid, dan senantiasa melaksanakan apa-apa yang diperintahkan oleh Allah. Ia juga merupakan seseorang yang istiqomah dan teguh berusia dua tahun, ibunya meninggal dunia. Hal ini kemudian menjadikan ia diasuh oleh ayahnya. Ayahnya inilah yang kemudian menjadi madrasah pertama bagi syekh Abdul Wahab Rokan dalam mempelajari ilmu agama. Sepeninggal ayahnya, ia tinggal bersama kakaknya, yakni Seri Barat dan M. ia lanjutkan dengan belajar ke Tembusai. Ia juga pernah belajar ke Malaysia dengan salah seorang gurunya, bernama Syekh H. Muhammad Yusuf, yang lebih dikenal dengan Tuk Ongku. Setelah dua tahun belajar di Malaysia, akhirnya ia berniat untuk pergi belajar ke Ilmu ke MakkahPada tahun 1280 H, ia berangkat ke Makkah. Ia kemudian berguru kepada banyak guru di Mekkah, di antaranya adalah syekh Sulaiman Zuhdi yang merupakan seorang pemimpin tarekat Naqsabandiyah di Syekh Abdul Wahab untuk mendalami Tasawuf ketika di Makkah adalah ketika ia melihat dan membandingkan antara kehidupan fuqoha dengan kehidupan para sufi yang cenderung lebih sederhana. Maka dari itu, ia kemudian memutuskan untuk mempelajari proses memperdalam pengetahuannya tentang tasawuf, ia mempelajari kitab ihya ulumuddin, yang ditulis oleh Imam Al-Ghazali, serta beberapa kitab lainnya. Pengetahuannya berkaitan dengan tarikat dikembangkannya dengan belajar lebih dalam kepada syekh Sulaiman Zuhdi di Jabal Abi Kubis, Makkah. Ia bersungguh-sungguh dalam mempelajari tarikat ini, hingga akhirnya ia mendapat ijazah dari syekh Sulaiman Zuhdi sebagai penanda diperbolehkannya ia untuk menyebarkan ajaran Tariqat Naqsabandiyah. Sejak saat itulah, ia digelari dengan nama syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi ke Indonesia dan Menyebarkan Ajaran TarekatSetelah enam tahun belajar di Makkah, ia kembali ke Indonesia dan mulai menyebarkan ajaran tariqat Naqsabandiyah. Ia behasil menjadi ulama termasyhur di Indonesia. Hal ini kemudian membuat salah seorang sultan dari kesultanan Langkat, yakni Sultan Musa untuk mengundang syekh Abdul Wahab Rokan datang ke Langkat untuk mengajar di Langkat. Pada tahun 1865 M, ia dan pengikutnya mulai mengajar di awalnya, ia masih belum menetap di Langkat. Hingga pada suatu saat, Sultan Musa memberikan tawaran kepadanya untuk menetap di Langkat. Tawaran ini diterima oleh syekh Abdul Wahab Rokan. Sultan Musa kemudian memberikan sebuah daerah di hulu Sei Batang Serangan untuk dijadikan tempat menetap syekh Abdul Wahab beserta pengikutnya, dan didirikanlah sebuah perkampungan yang diberi nama “Babussalam”, yang berasal dari kata “bab, yang artinya pintu, dan salam, yang artinya keselamatan.”. jadi, secara bahasa, Babussalam berarti “pintu keselamatan”. Pada perkembangannya, kampung ini kemudian dijadikan sebagai pusat pengajaran dan penyebaran tarikat Naqsabandiyah di Sumatera Utara yang terkenal hingga ke Abdul Wahab Rokan beserta pengikutnya kemudian membuka dan mengembangkan kampung ini secara bersama-sama. Melalui pengajaran tarikat yang diberikan, kampung ini menjadi sebuah kampung dengan nilai keIslaman yang sangat tinggi, bahkan hingga saat ini. Kampung ini dijadikan sebagai daerah otonomi tersendiri, yakni daerah antara keistimewaannya adalah kampung ini tidak dikenakan beban pajak oleh kesultanan Langkat pada waktu itu, dan pemerintah saat ini. Selain itu, kampung ini juga pernah menjadi kampung teladan yang berhasil mengembangkan pertanian pada masa syekh Abdul Wahab daerah istimewa, kampung ini diatur dengan aturan-aturan yang dibuat oleh syekh Abdul Wahab Rokan sebagai pemimpin tertinggi di Babussalam. Begitulah gambaran dari kampung Babussalam yang kemudian dikenal dengan Besilam di bawah pimpinan syekh Abdul Wahab saat ini, kampung ini menjadi kampung yang ramai dikunjungi oleh para peziarah yang ingin menziarahi makam syekh Abdul Wahab Rokan, maupun orang-orang yang ingin belajar tarikat Naqsabandiyah. Babussalam tetap berseri, lestari dengan segenap adat istiadat dan wasiat dari tuan Guru Besilam Babussalam, Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi RujukanBiografi Ulama Besar Langkat Syekh Abdul Wahab Tuan Guru Babussalam, diterbitkan di Stabat, oleh Kantor Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kesultanan Langkat, ditulis oleh Djohar Arifin Pertumbuhan Kesultanan Langkat, Deli, dan Serdang, ditulis oleh Usman Pelly, Ratna R., dan T. Ibrahim Alfian. Diterbitkan di Jakarta, tahun 1986, oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Sejarah Masjid Azizi Tanjung Pura-Langkat-Sumatera Utara, ditulis oleh M. Kasim Abdurrahman. Diterbitkan di Jakarta, tahun 2011, oleh Melayu, oleh Ahmad dalam Sejarah dan Perjuangan Kemerdekaan, ditulis oleh Zainal Arifin. Diterbitkan di Medan, tahun 2002, oleh Mitra Posts
SYEKH ABDUL WAHAB ROKAN Di Bumi sumatra Utara lebih tepatnya di daerah langkat, terdapat sebuah kampung yang bernama Kampung etimologis, “besilam” berarti pintu kesejahteraan. Menurut cerita, kampung ini pertama sekali dibangun oleh Almarhum Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tuan Guru Babussalam. Beliau adalah seorang Ulama dan pemimpin Tarekat Kampung ini terdapat makam beliau yaitu Syekh Abdul Wahab Rokan yang dikenal juga dengan Syekh Basilam yang merupakan murid dari Syekh Sulaiman Zuhdi di Jabal Qubais sekilas, kampung Basilam mirip dengan sebuah pesantren yang terpencil, teduh, asri,dan damai. terlihat ada Mesjid utama dan sebuah bangunan berkubah lengkung disebelah masjid, sebuah bagunan utama dari kayu hitam yang besar dengan gaya rumah panggung, serta beberapa bangunan tambahan lainnya. Selain terdapat makam beliau, dikampung ini juga merupakan pusat penyebaran Tharikat Naqsybandiah Babussalam yang sekarang dipimpin oleh tuan Guru Syekh H. Hasyim Al-Syarwani, atau lebih dikenal Tuan Guru Hasyim. Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda, “Al Ulama Warosatun An biya”, ulama adalah pewaris dari para di dekat makam orang-orang yang shaleh mempunyai pengaruh yang baik terhadap diri kita,salah satu caranya yaitu dengan menziarahinya. Ziarah kubur memiliki banyak hikmah dan manfaat, diantara yang terpenting adalahIa akan mengingatkan akherat dan kematian sehingga dapat memberikan pelajaran dan ibrah bagi orang yang berziarah. Dan itu semua tentu akan memberikan dampak positif dalam kehidupan, mewariskan sikap zuhud terhadap dunia dan materi. Berikut saya masukkan sejarah Syekh Abdul Wahab Rokan yang saya ambil dari beberapa lengkap Syeikh Abdul Wahhab bin `Abdul Manaf bin Muhammad Yasin bin Maulana Tuanku Haji Abdullah Tembusai. Lahir 10 Rabiulakhir 1242 H/11 November 1826 M. Wafat di Babussalam, Langkat, pada hari Jumaat, 21 Jamadilawal 1345 H/26 Disember 1926 M. Moyangnya Maulana Tuanku Haji Abdullah Tembusai adalah seorang ulama besar dan golongan raja-raja yang sangat berpengaruh pada zamannya. Ayahnya bernama Abdul Manaf bin Muhammad Yasin bin Maulana Tuanku Haji Abdullah Tambusei, seorang ulama besar yang abid dan cukup terkemuka pada saat Sedangkan ibunya bernama Arbaiyah binti Datuk Dagi bin Tengku Perdana Menteri bin Sultan Ibrahim yang memiliki pertalian darah dengan Sultan Syekh Abdul Wahab meninggal pada usia 115 tahun pada 21 Jumadil Awal 1345 H atau 27 Desember 1926 M. Masa remaja Syekh Abdul Wahab, lebih banyak dipenuhi dengan mencari dan menambah ilmu pengetahuan. Pada awalnya ia belajar dengan Tuan Baqi di tanah kelahirannya Kampung Danau Runda, Kampar, Riau. Kemudian ia menamatkan pelajaran Alquran pada Sholeh, seorang ulama besar yang berasal dari Minangkabau. Setelah menamatkan pelajarannya dalam bidang al-Quran, Syekh Abdul Wahab melanjutkan studinya ke daerah Tambusei dan belajar pada Maulana Syekh Abdullah Halim serta Syekh Muhammad Shaleh Tembusei. Dari kedua Syekh inilah, ia mempelajari berbagai ilmu seperti tauhid, tafsir dan fiqh. Disamping itu ia juga mempelajari “ilmu alat” seperti nahwu, sharaf, balaghah, manthiq dan arudh. Diantara Kitab yang menjadi rujukan adalah Fathul Qorib, Minhaj al-Thalibin dan Iqna’. Karena kepiawaiannya dalam menyerap serta penguasaannya dalam ilmu-ilmu yang disampaikan oleh guru-gurunya, ia kemudian diberi gelar “Faqih Muhammad”, orang yang ahli dalam bidang ilmu Abdul Wahab kemudian melanjutkan pelajarannya ke Semenanjung Melayu dan berguru pada Syekh Muhammad Yusuf Minangkabau. Ia menyerap ilmu pengetahuan dari Syekh Muhammad Yusuf selama kira-kita dua tahun, sambil tetap berdagang di Hasrat belajarnya yang tinggi, membuat ia tidak puas hanya belajar sampai di Malaka. Ia seterusnya menempuh perjalanan panjang ke Mekah dan menimba ilmu pengetahuan selama enam tahun pada guru-guru ternama pada saat itu. Di sini pulalah ia memperdalam ilmu tasawuf dan tarekat pada Syekh Sulaiman Zuhdi sampai akhirnya ia memperoleh ijazah sebagai “Khalifah Besar Thariqat Naqsyabandiyah al-Khalidiyah”. Syekh Abdul Wahab dalam penelusuran awal yang penulis lakukan, juga memperdalam Tarekat Syaziliyah. Hal ini terbukti dari pencantuman namanya sendiri ketika ia menulis buku 44 Wasiat yakni “Wasiat Syekh Abdul Wahab Rokan al-Khalidi Naqsyabandi as-Syazali…”. Selain itu, pada butir kedua dari 44 Wasiat, ia mengatakan “apabila kamu sudah baligh berakal hendaklah menerima Thariqat Syazaliyah atau Thariqat Naqsyabandiyah supaya sejalan kamu dengan aku”.18 Hanya saja sampai saat ini, penulis belum memperoleh data kapan, dimana dan pada siapa Syekh Abdul Wahab mempelajari Tarekat Syaziliyah ini. Pada saat belajar di Mekah, Syekh Abdul Wahab dan murid-murid yang lain pernah diminta untuk membersihkan wc dan kamar mandi guru mereka. Saat itu, kebanyakan dari kawan-kawan seperguruannya melakukan tugas ini dengan ketidakseriusan bahkan ada yang enggan. Lain halnya dengan Syekh Abdul Wahab. Ia melaksanakan perintah gurunya dengan sepenuh hati. Setelah semua rampung, Sang Guru lalu mengumpulkan semua murid-muridnya dan memberikan pujian kepada Syekh Abdul Wahab sambil mendoakan, mudah-mudahan tangan yang telah membersihkan kotoran ini akan dicium dan dihormati oleh termasuk para raja. Salah satu kekhasan Syekh Abdul Wahab dibanding dengan sufi-sufi lainnya adalah bahwa ia telah meninggalkan lokasi perkampungan bagi anak cucu dan murid-muridnya. Daerah yang bernama “Babussalam” ini di bangun pada 12 Syawal 1300 H 1883 M yang merupakan wakaf muridnya sendiri Sultan Musa al-Muazzamsyah, Raja Langkat pada masa itu. Disinilah ia menetap, mengajarkan Tarekat Naqsyabandiyah sampai akhir hayatnya. Di sela-sela kesibukannya sebagai pimpinan Tarekat Naqsyabandiyah, Syekh Abdul Wahab masih menyempatkan diri untuk menuliskan pemikiran sufistiknya, baik dalam bentuk khutbah-khutbah, wasiat, maupun syair-syair yang ditulis dalam aksara Arab Melayu. Tercatat ada dua belas khutbah yang ia tulis dan masih terus diajarkan pada jamaah di Babussalam. Sebagian khutbah-khutbah tersebut -enam buah diantaranya- diberi judul dengan nama-nama bulan dalam tahun Hijriyah yakni Khutbah Muharram, Khutbah Rajab, Khutbah Sya’ban, Khutbah Ramadhan, Khutbah Syawal, dan Khutbah Dzulqa’dah. Dua khutbah lain tentang dua hari raya yakni Khutbah Idul Fitri dan Khutbah Idul Adha. Sedangkan empat khutbah lagi masing-masing berjudul Khutbah Kelebihan Jumat, Khutbah Nabi Sulaiman, Khutbah Ular Hitam, dan Khutbah Dosa atau yang lebih dikenal dengan nama “44 Wasiat Tuan Guru” adalah kumpulan pesan-pesan Syekh Abdul Wahab kepada seluruh jamaah tarekat, khususnya kepada anak cucu / dzuriyat-nya. Wasiat ini ditulisnya pada hari Jumat tanggal 13 Muharram 1300 H pukul WIB 20 kira-kira sepuluh bulan sebelum dibangunnya Kampung tulis Syekh Abdul Wahab dalam bentuk syair, terbagi pada tiga bagian yakni Munajat, Syair Burung Garuda dan Syair Sindiran. Syair Munajat yang berisi pujian dan doa kepada Allah, sampai hari ini masih terus dilantunkan di Madrasah Besar Babussalam oleh setiap muazzin sebelum azan dikumandangkan. Dalam Munajat ini, terlihat bagaimana keindahan syair Syekh Abdul Wahab dalam menyusun secara lengkap silsilah Tarekat Naqsyabandiyah yang diterimanya secara turun temurun yang terus bersambung kepada Rasulullah Saw. Sedangkan Syair Burung Garuda berisi kumpulan petuah dan nasehat yang diperuntukkan khusus bagi anak dan remaja. Sayangnya, sampai saat ini Syair Burung Garuda tidak diperoleh naskahnya lagi. Sementara itu, naskah asli Syair Sindiran telah diedit dan dicetak ulang dalam Aksara Melayu Indonesia oleh Syekh Haji Tajudin bin Syekh Muhammad Daud al-Wahab Rokan pada tahun 1986. Dalam praktiknya, tarekat yang diajarkan oleh Tuan Syekh Abdul Wahab Rokan mengandung dua sistem, yakni pengikut yang hanya mengambil tarekat dan pengikut yang mengambil tarekat sekaligus melaksanakan suluk pengasingan diri. Pengikut dari golongan pertama mengambil tarekat dari mursyid syekh dan diharuskan melaksanakan zikir qalbi menyebut nama Allah dalam hati setiap hari sekurang-kurangnya kali. Mereka dibenarkan ikut ber-khatam tawajjuh menamatkan Al-Quran di Madrasah Besar Babussalam sewaktu-waktu. Bersamaan dengan itu, ia sudah terikat dengan aturan dan adab golongan kedua tidak saja melaksanakan zikir qalbi dan ikut ber-khatam tawajjuh, tetapi juga melaksanakan suluk. Suluk hampir sama dengan ber-khalwat, yakni menyepi dan mengasingkan diri dari masyarakat ramai di sebuah bangunan yang dinamai rumah suluk tempat latihan rohani. Suluk ini ada kalanya dijalani selama 10 hari, 20 hari atau 40 hari. Tujuan suluk adalah untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan menjauhkan diri dari segala sesuatu yang dapat membimbangkan dari mengingat Allah. Persulukan dimulai sesudah melaksanakan khatam tawajjuh, selesai shalat Tuan Syekh Abdul Wahab Rokan bukanlah sosok yang terkenal dalam pergerakan melawan imperialisme Belanda, tapi ia aktif dalam mengarahkan strategi perjuangan non fisik sebagai upaya melawan sistem kolonialisme. Beliau mengirim utusan ke Jakarta untuk bertemu dengan Tjokroaminoto dan mendirikan cabang Syarikat Islam di Babussalam di bawah pimpinan H. Idris Kelantan. Nama Tuan Syekh Abdul Wahab Rokan sendiri tercantum sebagai penasihat juga pernah ikut terlibat langsung dalam peperangan melawan Belanda di Aceh pada tahun 1308 H. Menurut cerita dari pihak Belanda yang pada saat itu sempat mengambil fotonya, Tuan Syekh Abdul Wahab Rokan mampu terbang di angkasa, menyerang dengan gagah perkasa, dan tidak dapat ditembak dengan senapan atau menetap di Langkat, pihak Belanda sendiri memberikan penghargaan kepada Tuan Syekh Abdul Wahab Rokan atas jasa-jasanya dalam membangun Kampung Besilam Babussalam dan menyebarkan kebenaran kepada penduduk. Terlepas dari motif di belakangnya, pada tanggal 1 Jumadil Akhir 1341 H 1923, Asisten Residen Van Arken bersama Sultan Langkat menghadiahi beliau bintang kehormatan dari emas. Bintang emas itu dilekatkan ke dadanya lewat satu upacara besar yang disaksikan ribuan hadirin. Setelah bintang itu diterimanya, Tuan Syekh Abdul Wahab Rokan duduk menghadap kiblat dan menyampaikan pesan agar kiranya Ratu Belanda mau masuk agama Islam. Bintang tanda jasa itu sendiri dikembalikannya kepada Sultan Langkat yang memang dikenal sangat dekat dengan Belanda. Tuan Syekh Abdul Wahab Rokan meminta maaf seraya mengatakan bahwa penghargaan itu tidak cukup menggembirakan karena merupakan cemeti yang keras bagi badannya yang sudah uzur, yang seharusnya dituntut lebih bersungguh-sungguh dalam menjunjung tinggi perintah Tuhan. Kepada khalayak ia berseru “Orang Belanda saja sudah menghargai kita dalam menjalankan agama Islam, jadi kita sendiri pun harus lebih taat beribadah dan menjauhi larangan-Nya”. Sebagai seorang yang sangat dipuja pengikutnya, Tuan Syekh Abdul Wahab Rokan cukup dikeramatkan oleh penduduk setempat. Sejumlah cerita keramat tentang beliau yang cukup populer di kalangan masyarakat Langkat bisa dilihat sebagai diadakan gotong-royong membangun anak sungai di Kampung Babussalam, nasi bungkus yang rencananya akan dibagikan kepada peserta gotong-royong kurang jumlahnya. Nasi yang tersedia hanya 40 bungkus, sementara para pekerja berjumlah ratusan. Melihat hal itu, Tuan Syekh menyuruh petugas mengumpulkan kembali nasi yang sudah sempat dibagikan dalam sebuah bakul. Kemudian ia menutupi bakul itu dengan selendangnya dan berdoa. Beberapa saat sesudah itu, disuruhnya para petugas membagikan kembali nasi bungkus itu, dan ternyata jumlahnya Syekh Abdul Wahab Rokan juga dikenal mampu mendorong perahu-perahu dengan mudah, padahal perahu-perahu itu sangatlah berat dan tak mampu didorong oleh seorang saja. Kisah lain, pada suatu masa pihak Belanda merasa curiga karena ia tidak pernah kekurangan uang. Lantas mereka menuduhnya telah membuat uang palsu. Beliau merasa sangat tersinggung, sehingga ia meninggalkan Kampung Babussalam dan pindah ke Sumujung, Malaysia. Sebagai informasi, pada saat itulah kesempatan beliau mengembangkan tarekat Naqsabandiyah di Malaysia, di mana sebagian pengikutnya adalah rombongan tour yang sedang kami handle saat ini. Nah, selama kepergiannya itu, konon sumber-sumber minyak BPM Batavsche Petroleum Matschapij sekarang Pertamina di Langkat menjadi kering. Kepah dan ikan di lautan sekitar Langkat juga menghilang sehingga menimbulkan kecemasan kepada para penguasa Langkat. Akhirnya ia dijemput dan dimohon untuk menetap kembali di Babussalam. Setelah itu, sumber minyak pun mengalir dan ikan-ikan bertambah banyak di lautan. Kaum buruh dan nelayan senang sekali. Sesudah beliau wafat, banyak orang yang berziarah dan bernazar ke kuburnya. Konon pula, ada pengunjung yang ingin meminta anak laki-laki setelah ia mempunyai 8 anak perempuan. Tak lama kemudian ia mendapatkan anak laki-laki. Banyak lagi cerita-cerita keramat di seputar sosok Tuan Syekh Abdul Wahab Rokan dan kuburannya. Setahun sekali, bertepatan dengan hari wafat Tuanku Guru Abdul Wahab Rokan tanggal 27 Desember 1926, diadakan acara haul besar peringatan wafat Tuan Guru Pertama. Saat inilah datang ribuan murid dan peziarah dari seluruh pelosok Asia dan Indonesia ke Basilam. Di hari pertama dan kedua haul, pada malam hari seusai shalat isya, para khalifah sebutan pengikutnya dan peziarah melakukan dzikir di depan makam Tuan Guru pertama Abdul Wahab Rokan. Peziarah datang ke sini selain untuk mengikuti acara dzikir bersama di makam Tuan Guru Pertama, juga bersilaturahmi dengan penerus Tuan Guru Basilam. Di saat inilah, kampung Besilam yang biasanya teduh dan tenang mendadak menjadi sibuk karena datangnya ratusan bis ke mari membawa ribuan wisatawan, khalifah, dan peziarah.
Syekh Abdul Wahab Rokan, pemuka tarekat yang berpengaruh di Sumatera dan Malaysia, diyakini punya banyak karomah. Karena itu kuburnya ramai diziarahi. Tapi terpenting, ia meninggalkan sejumlah karya tulis berbahasa Melayu seperti syair yang masih dilantunkan orang sampai sekarang. Syekh Abdul Wahab Rokan atau yang terkenal dengan sebutan Tuan Guru Babussalam atau Besilam” adalah pemimpin tarekat Naqshabandiah-Khalidiah, yang tidak hanya berpengaruh di daerah Sumatera, tetapi juga sampai Semenanjung Malaya. Makamnya di di Babussalam, Tanjungpura, Sumatera Utara. Hingga kini makamnya masih diziarahi oleh ribuan umat, terutama setiap peringatan hari wafat haul-nya. Yang datang menziarahi kuburnya tidak hanya dari dalam negeri tetapi juga dari mancanegara. Abdul Wahab, yang waktu kecil bernama Abu Qaim ini lahir pada 19 Rabi’ul Akhir 1230 H./28 September 1811 M. di Kampung Danau Runda, Rantau Binuang Sakti, Riau, dan afat pada tanggal 21 Jumadil Awal 1345 H./27 Desember 1926 M. di Babussalam. Ayahnya, Abdul Manaf bin M. Yasin bin Maulana Tuanku Haji Abdullah Tembusai, keturunan raja-raja Siak yang disegani pada zamannya. Sedangkan ibunya, Arba’iah binti Datuk Dagi, masih mempunyai pertalian darah dengan Sultan Langkat. Abdul Wahab besar di lingkungan keluarga yang sangat menjunjung agama. Nenek buyutnya, H. Abdullah Tambusai, dikenal sebagai ulama besar dari golongan raja-raja. Dengan “bibit” yang demikian, Abdul Wahab sejak kecil telah terdidik, terutama dalam hal keagamaan. Setelah belajar kepada sejumlah ulama di daerahnya, pada 1846 Abdul Wahab pergi ke Semenanjung Melayu dan tinggal di Sungai Ujung Simunjung, Negeri Sembilan. Di tempat ini ia belajar kepada Syekh Muhammad Yusuf Minangkabau dan Syekh H. Muhammad Yusuf, mufti Kerajaan Langkat yang diberi digelar “Tuk Ongku”. Dua tahun kemudian ia meneruskan pelajaran ke Mekah. Kurang lebih enam tahun dia belajar di Mekah. Dan di Kota Suci ini pula Abdul Wahab ia memperdalam ilmu tasawuf dan tarekat pada Syaikh Sulaiman Zuhdi sampai ia memperoleh ijazah sebagai khalifah besar tarekat Naqsabandiah-Khalidiah. Sekembalinya dari Mekah pada tahun 1852, ia mendirikan kampung yang diberi nama Tanjung Masjid di Riau, dan menyiarkan agama dan tarekat yang dianutnya, hingga Sumatera Utara dan Malaysia. Awalnya hanya mengajar di kampung yang didiriknnya itu Tanjung Masjid, daerah Kubu Bagan Siapi-api, Riau. Namun, pada 1856 ia mulai memperluas wilayah dakwahnya hingga ke Sungai Masjid, Dumai, Riau. Kemudian, ia mulai menyentuh Kualuh, Labuhan Batu pada 1860, mengajar di Tanjung Pura, Langkat 1865, Gebang 1882, dan akhirnya berpindah ke Babussalam, Padang Tualang, Langkat, sampai akhirnya. Babussalam atau Bessilam adalah kampung yang ia dirikan dan kembangkan bersama keluarga dan pengikutnya, yang merrupakan pemberian Sultan Langkat. Abdul Wahab Rokan mewariskan pemikirannya dalam beberapa tulisan. Pertama, 44 Wasiat. Kitab ini berisi pelajaran adab akhlak murid terhadap guru. Wasiat ini ditujukan kepada anak cucunya, baik anak kandung maupun anak murid. Dipesankannya agar anak cucunya menyimpan sekurang-kurangnya satu buah buku wasiat ini, dan sering-sering membacanya, seminggu sekali atau sebulan sekali dan sekurang-kurangnya setahun sekali, serta diamalkan segala apa yang disebut di dalamnya. Kedua, Syair, yang juga ditulis dalam aksara Arab-Melayu yang sampai hari ini masih terus dilantunkan di Madrasah Besar Babussalam oleh setiap muazzin sebelum azan dikumandangkan. Syair Munajat pada dasarnya mengandung puji-pujian kepada Allah, doa mohon ampun dan kelapangan hidup dunia dan akhirat. Ketiga, Kumpulan Khutbah Jum’at yang dikumpulkan oleh khalifah Abdul Malik Said terdiri dari Ma’asyiral Jum’at, Ma’asyiral Mengingat Mati, Ma’asyiral Memperbanyak Bekal ke Akhirat, Ma’asyiral Bulan Rajab, Ma’asyiral Bulan Ramadan, dan Ma’asyiral Kelebihan Jum’at. Keempat, Kisah-kisah Sufistik yang isinya antara lain, Kisah Ular Hitam dan kisah tentang Nabi Sulaiman. Kisah-kisah tersebut ditulis dengan bahasa daerah Melayu asli. Abdul Wahab Rokan selain dikenal dengan sifat zuhud atau asketisnya, yang senantiasa mengingatkan murid-muridnya untuk tidak bermegah-megah dengan dunia dan kebesarannya, juga dipercayai para pengikut tarekatnya memeliki sejumlah karamah, atau kekuatan supernatural yang umum dimiliki para aulia. Di antaranya yang paling populer adalah mencukupkan makanan yang sedikit untuk orang banyak. Diceritakan, ketika warga bergotong gotong-royong membangun anak sungai di Kampung Babussalam, nasi bungkus yang akan dibagikan kepada warga ternyata jumlahnya tidak sebanding dengan jumlah orang yang kerja bergotong-royong itu. Syekh lalu meminta nasi yang sudah sempat dibagikan itu dikumpulkan dalam sebuah bakul. Kemudian ia menutupi bakul itu dengan selendangnya dan berdoa. Beberapa saat setelah itu, para petugas kemudian membagikan kembali nasi bungkus itu, dan ternyata jumlahnya lebih dari cukup. Kabar lain menyebutkan, ia bisa mendorong perahu-perahu dengan mudah, padahal perahu-perahu itu sangatlah berat dan tak mampu didorong oleh seorang saja. Syahdan, pemerintah kolonial pernah menuduh Syeikh Abdul Wahab membuat uang palsu, hanya semata karena mereka tidak pernah melihat ia kekurangan uang. Lantaran tersinggung, ia pun meninggalkan Kampung Babussalam dan pindah ke Sumujung, Malaysia. Pada saat hijrah itulah ia menyempatkan waktu mengembangkan tarekat Naqshabandiah di Malaysia. Anehnya, selama Syekh Abdul Wahab meninggalkan kampung halamannya, konon sumber-sumber minyak BPM Batavsche Petroleum Matschapij sekarang bernama Pertamina di Langkat menjadi kering. Ikan di sekitar peraairan Langkat pun raib. Tak syak lagi, para pembesar Langkat pun cemas dibuatnya. Akhirnya Syekh Abdul Wahab dijemput dan dimohon untuk kembali ke Babussalam. Setelah itu, sumber minyak pun mengalir dan ikan-ikan bertambah banyak di lautan. Satu lagi, ketika Syekh Abdul Wahab ikut perang melawan Belanda di Aceh pada tahun 1891, ia mampu terbang, melayang di udara, lalu menyerang musuh dengan gagah perkasa, sementara tubuhnya tidak mempan oleh senjata apa pun yang dipunyai Belanda kala itu.
LANGKAT, – Mantan Gubernur DKI Jakarta Rasyid Anies Baswedan melakukan kunjungan dan silaturahmi ke Pondok Pesantren Babussalam, Besilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sabtu 5/11/2022. Ribuan relawan dan masyarakat tampak sangat antusias menyambut kehadiran calon presiden 2024 yang diusung Partai Nasdem tersebut. Dalam kunjungan silaturahmi tersebut, Anies bertemu langsung Tuan Guru Babussalam Syekh Fuad MA. Anies banyak mendengar kisah dan silsilah perkampungan Tariqat Naqsabandiyah yang didirikan Tuan Guru Babussalam pertama Syekh Abdul Wahab Rokan yang banyak mengukir sejarah keislaman dan perjuangan bangsa di Sumatera Utara sejak zaman Kesultanan Langkat. Dalam pertemuannya dengan Tuan Guru Babussalam, Anies juga berkesempatan makan siang bersama dan berziarah ke makam almarhum Tuan Guru Syekh Wahab Rokan Al Khalidi Naksabandi. Dihadapan sejumlah wartawan yang hadir, Anies mengatakan, bahwa Kampung Babussalam Tariqat Naqsabandiyah Syekh Abdul Wahab Rokan Al Khalidi Naksabandi di Desa Besilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, merupakan Tunggul Sejarah’ di Sumatera, yang tidak bisa dilupakan. “Kampung Babussalam ini merupakan salah satu Tunggul Sejarah perjuangan umat islam di Sumatera,” ungkapnya sambil menuju makam Tuan Guru Syeikh Abdul Wahab Rokan. Kedatangan mantan Gubernur DKI Jakarta itu disambut ribuan Relawan DPD Anies Pemimpin 2024 Kabupaten Langkat dan masyarakat simpatisan serta kader Partai Nasdem Langkat. mag-2 LANGKAT, – Mantan Gubernur DKI Jakarta Rasyid Anies Baswedan melakukan kunjungan dan silaturahmi ke Pondok Pesantren Babussalam, Besilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sabtu 5/11/2022. Ribuan relawan dan masyarakat tampak sangat antusias menyambut kehadiran calon presiden 2024 yang diusung Partai Nasdem tersebut. Dalam kunjungan silaturahmi tersebut, Anies bertemu langsung Tuan Guru Babussalam Syekh Fuad MA. Anies banyak mendengar kisah dan silsilah perkampungan Tariqat Naqsabandiyah yang didirikan Tuan Guru Babussalam pertama Syekh Abdul Wahab Rokan yang banyak mengukir sejarah keislaman dan perjuangan bangsa di Sumatera Utara sejak zaman Kesultanan Langkat. Dalam pertemuannya dengan Tuan Guru Babussalam, Anies juga berkesempatan makan siang bersama dan berziarah ke makam almarhum Tuan Guru Syekh Wahab Rokan Al Khalidi Naksabandi. Dihadapan sejumlah wartawan yang hadir, Anies mengatakan, bahwa Kampung Babussalam Tariqat Naqsabandiyah Syekh Abdul Wahab Rokan Al Khalidi Naksabandi di Desa Besilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, merupakan Tunggul Sejarah’ di Sumatera, yang tidak bisa dilupakan. “Kampung Babussalam ini merupakan salah satu Tunggul Sejarah perjuangan umat islam di Sumatera,” ungkapnya sambil menuju makam Tuan Guru Syeikh Abdul Wahab Rokan. Kedatangan mantan Gubernur DKI Jakarta itu disambut ribuan Relawan DPD Anies Pemimpin 2024 Kabupaten Langkat dan masyarakat simpatisan serta kader Partai Nasdem Langkat. mag-2 Artikel Terkait
– Melihat biografi Syekh Abdul Wahab Rokan dapat kita lacak dari Tanjung Pura yang merupakan sebuah kota di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang pernah menjadi pusat penyebaran agama Islam. Hingga hari ini, identitas Muslim kota itu masih sangat kuat. Identitas sebagai kota ulama masih lekat dengan kota tua bersejarah ini. Salah satu ulama terkemuka yang berjasa besar dalam pembinaan keagamaan masyarakat Tanjung Pura adalah Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidy Naqsbandi. Riwayat Hidup Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidy NaqsabandiMasa Kecil Syekh Abdul Wahab Rokan Abu QasimMenuntut Ilmu ke MakkahKembali ke Indonesia & Menyebarkan Ajaran TarekatSilsilahnya Syekh Hasyim Al-SyarwaniKaramah Syekh Abdul Wahab Rokan Riwayat Hidup Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidy Naqsabandi Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidy Naqsabandi atau yang sering juga dikenal dengan sebutan Tuan Guru Besilam, lahir pada 19 Rabiul Awal 1230 H/ 28 September 1830 M, di kampung Danau Runda, Rantau Binuang Sakti, Negeri Tinggi, Rokan Tengah, Kabupaten Kampr, Provinsi Riau sekarang. Nama Rokan sendiri merupakan nama yang dinisbantkan kepada daerah asalnya yang berasal dari wilayah Sungai Rokan. Namun semasa kecilnya dulu, ia dinamai dengan Abu Qasim yang lahir dari pasangan suami istri dari keluarga bangsawan yang berpendidikan, taat beragama dan sangat dihormati. Ayahnya bernama Abdul Manaf bin Muhammad Yasin bin Tuanku Abdullah Tambusai; merupakan seorang ulama terkemuka di kampungnya, sedangkan buyutnya bernama Tuanku Tambusai, seorang ulama dan pejuang dari keturunan keluarga Kerajaan Islam Siak Seri Inderapura. Sementara ibunya Abdul Wahab Rokan, bernama Arbaiyah binti Dagi yang tak lain adalah keturunan Kesultanan Langkat, Sumatera Utara. Ia meninggal di usianya yang ke 115 tahun, tepatnya pada 21 Jumadil Awal 1345 H/ 27 Desember 1926 M, dan dimakamkan di Babussalam. Hingga saat ini, pemakamannya masih dapat disaksikan di kampung tersebut, dan senantiasa ramai diziarahi oleh para penziarah dari berbagai kota. Masa Kecil Syekh Abdul Wahab Rokan Abu Qasim Meski Abdul Wahab Rokan berasal dari keluarga yang terkenal sebagai alim besar dan shalih. Namun dalam beberapa riwayat menyebutkan bahwa Syekh Abdul Wahab Rokan merupakan seseorang yang berpenampilan sederhana, ia berperawakan sedang, kulitnya putih kuning, air mukanya bersih dan menarik hati setiap orang yang melihatnya. Tidak hanya itu, Ia pun juga memiliki akhlak yang baik, tekun beribadah, zhid, dan senantiasa melaksanakan apa-apa yang diperintahkan oleh Allah, selain itu Ia juga merupakan seseorang yang istiqomah dan teguh pendirian. Di usianya yang baru 2 tahu, Abdul Wahab Rokan haus meneima kenyataan pahit akan kepergian Ibunya, tentu rasa sedih dah berduka senantiasa menyelimuntinya, apalagi ditinggal seorang ibu. Namun demikian, karena hal itulah kemudian menjadikan ia diasuh oleh ayahnya, dan dari ayahnya inilah yang kemudian menjadi madrasah pertama bagi syekh Abdul Wahab Rokan dalam mempelajari ilmu agama. Sepeninggal ayahnya, ia tinggal bersama kakaknya, yakni Seri Barat dan M. Yunus. Ia melanjutkan pendidikannya dengan belajar di Tembusai. Ia juga belajar di Malaysia dengan salah seorang gurunya, bernama Syekh H. Muhammad Yusuf, yang lebih dikenal sebagai Tuk Ongku. Setelah dua tahun belajar di Malaysia, akhirnya ia berniat datang ke Makkah untuk melanjutkan pemebelajarannya itu. Menuntut Ilmu ke Makkah Pada tahun 1280 H ia berangkat ke Mekkah, dan kemudian belajar dengan banyak guru di Makkah, di antaranya Syekh Sulaiman Zuhdi, pemimpin sekte Naqsabandiyah di Makkah. Pilihan Syekh Abdul Wahab untuk mengikuti ajaran sufi di Makkah adalah ketika melihat dan membandingkan kehidupan para fuqoha dengan kehidupan para sufi yang cenderung lebih sederhana. Maka kemudian ia memutuskan untuk mengikuti ajaran tasawuf. Dalam proses pendalaman ilmu tasawuf, ia mempelajari kitab Ihya Ulumuddin yang ditulis oleh Imam Al-Ghazali, serta beberapa kitab lainnya. Pengetahuannya tentang tarikat dikembangkan melalui studi lebih lanjut dengan Syekh Sulaiman Zuhdi dari Jabal Abi Kubis, Makkah. Ia sangat serius mempelajari tarikat ini, hingga akhirnya ia mendapatkan ijazah dari Syekh Sulaiman Zuhdi sebagai tanda bahwa ia diperbolehkan menyebarkan ajaran Tarekat Naqsabandiyah. Sejak itu, ia mendapat julukan Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi Naqsbandi. Baca Juga Biografi Abdul Manaf Mukhayyar 1922-2005, Pendiri Pondok Pesantren Pertama di Ibu Kota Jakarta Kembali ke Indonesia & Menyebarkan Ajaran Tarekat Setelah enam tahun belajar di Mekkah, ia kembali ke Indonesia dan mulai menyebarkan ajaran adat Naqsabandiyah. Ia menjadi seorang ulama terkenal di Indonesia. Hal ini kemudian mendorong salah satu Sultan Kesultanan Langkat yaitu Sultan Musa mengundang Syekh Abdul Wahab Rokan ke Langkat untuk mengajar di Langkat. Pada tahun 1865 M, ia dan para pengikutnya mulai mengajar di Langkat. Pada awalnya, Ia belum menetap di Langkat, hingga pada suatu hari Sultan Musa memintanya untuk menetap di Langkat. Usul ini diterima oleh Syekh Abdul Wahab Rokan. Kemudian Sultan Musa memberikan suatu daerah di atas Sei Batang Serangan untuk dijadikan tempat tinggal Syekh Abdul Wahab dan para pengikutnya, dan didirikanlah sebuah desa yang diberi nama “Babussalam”, yang berasal dari kata “bab yang berarti pintu, dan salam yang berarti keselamatan”. Dengan demikian, secara bahasa, Babussalam berarti “gerbang keselamatan.” Dalam proses perkembangannya, desa ini kemudian digunakan sebagai pusat pengajaran dan penyebaran tarekat Naqsabandiyah di Sumatera Utara yang terkenal hingga ke kawasan Malaysia. Syekh Abdul Wahab Rokan dan para pengikutnya kemudian bersama-sama menjelajahi dan mengembangkan desa ini. Melalui ajaran tradisi, desa ini menjadi desa yang memiliki nilai Islam yang sangat tinggi, bahkan hingga saat ini. Desa ini dijadikan sebagai daerah otonom tersendiri, atau bisa disebut sebagai Daerah Istimewa. Salah satu keistimewaannya adalah desa ini tidak dikenakan pajak oleh Kesultanan Langkat pada waktu itu dan oleh pemerintah saat ini. Apalagi desa ini merupakan desa percontohan yang berhasil mengembangkan pertanian pada masa pemerintahan Syekh Abdul Wahab Rokan. Sebagai daerah khusus, desa ini diatur oleh aturan yang ditetapkan oleh Syekh Abdul Wahab Rokan, penguasa tertinggi Babussalam. Itulah gambaran desa Babussalam yang kemudian dikenal dengan nama Besilam di bawah kepemimpinan Syekh Abdul Wahab Rokan. Selama ini kampung ini menjadi kampung yang ramai dikunjungi para peziarah yang ingin mengunjungi makam Syekh Abdul Wahab Rokan, maupun yang ingin belajar tentang tradisi Naqsabandiyah. Babussalam tetap bersinar, bertahan dengan segala adat dan kehendak Guru Besilam Babussalam, Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi Naqsbandi. Silsilahnya Syekh Hasyim Al-Syarwani Begitulah kebesaran Syekh Abdul Wahab Rokan yang akhirnya meninggalkan nama baik Babussalam yang diwarisi oleh anak cucu dan jama’ah-jama’ah beliau. Setelah Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan wafat, kedudukan mursyid dan nadzir Babussalam dipercayakan kepada putra-putra beliau. Mereka yang pernah memangku jabatan sebagai Tuan Guru Babussalam dapat disebutkan sebagai berikut 1. Syekh Abdul Wahab Rokan al-khalidi al-Naqsyabandi, Tuan Guru I 2. Syekh Haji Yahya Afandi anak, Tuan Guru II 3. Syekh Haji Abdul Manaf cucu, Tuan Guru III 4. Syekh Haji Abdul Jabbar anak, Tuan Guru IV 5. Syekh Haji Muhammad Daud anak, Tuan Guru V 6. Syekh Haji Faqih Yazid Faqih Tambah anak, Tuan Guru VI 7. Syekh Haji Muim al-Wahhab anak, Tuan Guru VII 8. Syekh Haji Madyan al-Wahhab anak, Tuan Guru VIII 9. Syekh Haji Anas Mudawwar cucu, Tuan Guru IX 10. Syekh Haji Hasyim al-Syarwani cucu, Tuan Guru X . Penerus pertama Syekh Abdul Wahab Rokan sebagai Tuan Guru Babussalam merupakan putra sulungnya, Syekh H. Yahya Afandi. Jabatannya sebagai mursyid dan nazdir Babussalam tidak terlalu lam, karena syekh H. Yahya berumur pendek, dan hanya menjabat selama 4 tahun meninggal tahun 1929 M pada usianya yang ke 56 tahun. Ia kemudian digantikan oleh putranya sendiri, Abdul Manaf, yang juga menjabat untuk waktu yang relatif singkat. Dia, pada gilirannya, digantikan oleh seorang raja senior bernama Muhammad sa’id, orang pertama yang dia tunjuk untuk menggantikannya setelah kematiannya. Abdul Manaf meninggal di Mekah saat berhaji dan dimakamkan di sana. Syekh H. Abdul Jabbar adalah penerus berikutnya, ia terpilih menjadi seorang Mursyid dalam pertemuan semua raja yang hadir di Babussalam. Beliau wafat pada 19 Jumadil Akhir 1361 H. setelah memegang jabatan mursyid dan nazdir selama 6 tahun. Ini adalah perubahan kepemimpinan terbaru yang tampaknya terjadi tanpa persaingan. Sebagai ulama sufi, Syekh Abdul Wahab Rokan sangat disucikan oleh penduduk setempat. Beberapa kisah sakral tentang beliau sangat populer di kalangan masyarakat Langkat yang kemudian disebut sebahai karomah. Baca Juga Biografi Abbas Bin Firnas 810–887 Seorang Muslim Pertama Penemu Teknologi Pesawat Terbang Salah satu karomah yang paling populer adalah saat gotong royong membangunanak sungai di desa Babussalam. Nasi bungkus yang dibagikan kepada peserta gotong royong ternyata kurang. Nasi yang ada ketika itu hanya 40 bungkus saja, sedangkan tenaga kerja mencapai ratusan orang. Melihat hal tersebut, Syekh Abdul Wahab memerintahkan petugas untuk mengumpulkan nasi yang telah dibagikan ke dalam keranjang. Kemudian dia menutupi keranjang dengan sorban dan berdoa. Beberapa saat kemudian, petugas membagikan kembali nasi bungkus itu, dan ternyata yang semula dihitung kurang, malah sampai melebihi jumlah pekerja yang saat itu berada. Karomah berikutya yang juga sohor dikalangan masyarakat setemoat adalah Syekh Abdul Wahab Rokan juga dikenal mampu mendorong perahu dengan mudah meski perahu sangat berat dan tidak bisa didorong oleh satu orang. Berikutnya bentuk karomah Syekh Abdul Wahab Rokan, pada masa penjajahan, dimana Belanda curiga terhadap Sheikh Abdul Wahab Rokan karena ia tidak pernah kekurangan uang dalam hidupnya. Kemudian Belanda menuduhnya membuat uang palsu, tuduhan itu membuat Syekh Abdul Wahab Rokan marah, dan akhirnya meninggalkan desa Babussalam dan pindah ke Sumujung, Malaysia. Setelah Syekh Abdul Wahab pergi, ternyata sumber minyak BPM Batavsche Petroleum Matschapij kini Pertamina di Langkat dikabarkan telah habis. Kerang dan ikan di laut Langkat juga hilang, membuat para pemimpin Langkat khawatir. Hingga pada akhirnya, Syekh Abdul Wahab ditangkap dan diminta kembali ke Baboussalam. Setelah itu, sumber minyak kembali subur dan ikan-ikan di laut pun melimpah. Nelayan dan pekerja sangat senang. Syekh Abdul Wahab juga dikatakan pernah ikut serta dalam perang melawan Belanda di Aceh pada tahun 1308 H atau kebetulan tahun 1891. Menurut cerita Belanda yang memotretnya saat itu, Syekh Abdul Wahab Rokan mampu terbang di angkasa. Kemudian gagah berani menyerang Belanda, bahkan Syekh Abdul Wahab Rokan tidak bisa ditembak senjata atau meriam. Barangkali itulah sederet biografi Syekh Abdul Wahab Rokan sema hidupnya hingga beberapa karomah yang Ia miliki. Yang pasti, jasa-jasa beliau dalam menyebarkan agama akan terus dikenang sampai hari akhir Nanti. Wallahua’lam Syekh Abdul Wahab Rokan Makam Syekh Abdul Wahab Rokan Silsilah Syekh Abdul Wahab Rokan Syair Munajat Syekh Abdul Wahab Rokan Karomah Syekh Abdul Wahab Rokan Wasiat Syekh Abdul Wahab Rokan Kisah Syekh Abdul Wahab Rokan Sejarah Syekh Abdul Wahab Rokan Keturunan Syekh Abdul Wahab Rokan Biografi Syekh Abdul Wahab Rokan Amalan Syekh Abdul Wahab Rokan Syair Syekh Abdul Wahab Rokan Murid Syekh Abdul Wahab Rokan Anak Anak Syekh Abdul Wahab Rokan Naqsabandiyah Naqsabandiyah Adalah Naqsabandiyah Sesat Naqsabandiyah Puasa Naqsabandiyah Puasa 2022 Biografi Tokoh Islam Biografi Tokoh Islam Dalam Bahasa Inggris Biografi Tokoh Islam Al Ghazali Biografi Tokoh Islam Dunia Biografi Tokoh Islam Di Dunia Biografi Tokoh Islam Dalam Kemajuan Islam Di Dunia Biografi Tokoh Islam Terkenal Menulis Biografi Tokoh Islam Yg Menyebarkan Islam Di Indonesia Biografi Tokoh Islam Yang Berperan Dalam Kemerdekaan Indonesia Biografi Tokoh Islam Perempuan Biografi Tokoh Islam Pdf Biografi Tokoh Islam Brainly Biografi Tokoh Islam Indonesia Buku Biografi Tokoh Islam Indonesia Biografi Tokoh Islam Dalam Bahasa Arab Biografi Tokoh Islam Singkat Tuan Guru Tuan Guru Bajang Tuan Guru Sekumpul Poto Tuan Guru Lombok Tuan Guru Ali Batu Tuan Guru Pancor Nama Nama Tuan Guru Di Lombok Tuan Guru Besilam Tuan Guru Sapat Besilam Tuan Guru Daftar Tuan Guru Besilam Tuan Guru Lombok Tuan Guru Tretetet Siapakah Tuan Guru Bajang Tuan Guru Ahmad Tretetet Tuan Guru Bajang Cerai Siapa Tuan Guru Bajang Artikel Tuan Guru Bajang Yusril Ihza Mahendra Tuan Guru Babussalam Tuan Guru Ukit Tuan Guru Bajang Wikipedia Haul Tuan Guru Besilam 2020 Tuan Guru Bajang Nikah Lagi Tuan Guru Bajang Calon Presiden 2019 Tgb Tuan Guru Bajang Istri Kedua Tuan Guru Bajang Gambar Tuan Guru Bajang Biografi Tuan Guru Bajang Tuan Guru Lombok Tengah Tuan Guru Ijai Tuan Guru Bajang Korupsi Silsilah Tuan Guru Bajang Tuan Guru Bajang Artinya Foto Tuan Guru Lombok Partai Tuan Guru Bajang Arti Tuan Guru Bajang Tuan Guru Zainuddin Abdul Majid Tuan Guru Supardan Amalan Tuan Guru Zainal Ilmi Profil Tuan Guru Bajang Prestasi Tuan Guru Bajang Foto Tuan Guru Bajang Berita Tuan Guru Bajang Tuan Guru Sinomba Istri Tuan Guru Bajang Tuan Guru Bajang Adalah Foto Tuan Guru Tuan Guru Di Lombok Berita Terbaru Tuan Guru Bajang Anak Tuan Guru Bajang Keturunan Tuan Guru Tretetet Tuan Guru Bajang Poligami Tuan Guru Bajang Zainul Majdi Kasus Tuan Guru Bajang Tuan Guru Ukit Jerowaru Gelar Tuan Guru Bajang Karomah Tuan Guru Sapat Tuan Guru Bajang Kpk Poto Tuan Guru Bajang Tuan Guru Bajang Gubernur Ntb Tuan Guru Bajang Capres Tuan Guru Bajang Zainul Majdi Nikah Lagi Tuan Guru Bajang Dihina Instagram Tuan Guru Bajang Berita Tentang Tuan Guru Bajang Sepak Terjang Tuan Guru Bajang Tuan Guru Bajang Ntb Tuan Guru Bajang Dukung Jokowi Istri Tuan Guru Bajang Yang Kedua Tuan Guru Di Ladang Emas Buku Tuan Guru Bajang Youtube Tuan Guru Bajang Ceramah Tuan Guru Bajang Tuan Guru Bajang Lombok Ceramah Tuan Guru Sekumpul Tuan Guru Bajang Jokowi Keturunan Tuan Guru Sapat Korupsi Tuan Guru Bajang Tuan Guru Supardan Tuan Guru Lalu Supardan Haul Tuan Guru Sapat Ilmu Warisan Tuan Guru Raja Ryzal Kelayang Tuan Guru Bajang Calon Presiden Tuan Guru Supardan Kholil Syekh Syekh Abdul Qodir Jaelani Syekh Subakir Syekh Puji Syekh Abdul Qadir Jaelani Syekh Jumadil Kubro Kondisi Syekh Ali Jaber Wajah Istri Syekh Ali Jaber Makam Syekh Subakir Syekh Ali Jaber Sekarang Syekh Nawawi Al Bantani Berapa Anak Syekh Ali Jaber Syekh Ali Jaber Dan Istri Syekh Nawawi Manaqib Syekh Abdul Qodir Jaelani Syekh Ali Jaber Biodata Syekh Abdul Qodir Berita Syekh Ali Jaber Cerama Syekh Ali Jaber Foto Syekh Abdul Qodir Jaelani Syekh Maulana Maghribi Ceramah Syekh Ali Jaber Iain Syekh Nurjati Cirebon Syekh Quro Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia Karena Foto Syekh Ali Jaber Istri Istri Syekh Ali Jaber Makam Syekh Jumadil Kubro Syekh Yusuf Syekh Ali Jaber Istri Berita Syekh Ali Jaber Meninggal Kata Kata Syekh Abdul Qodir Jaelani Syekh Maulana Ishaq Sholawat Syekh Abdul Qodir Jaelani Makam Syekh Quro Shalawat Syekh Abdul Qodir Jaelani Keluarga Syekh Ali Jaber Smart Campus Iain Syekh Nurjati Makam Syekh Mudzakir Syekh Fanani Manaqib Syekh Abdul Qodir Jailani Syekh Abdul Muhyi Smartcampus Iain Syekh Nurjati Syekh Samman Siapakah Syekh Ali Jaber Syekh Hariri Syekh Kholil Bangkalan Berita Syekh Ali Jaber Terkini Hari Ini Syekh Ali Jaber Dan Keluarga Makam Syekh Abdul Qodir Jaelani Makam Syekh Siti Jenar Syair Syekh Samman Anak Dan Istri Syekh Ali Jaber Profil Umi Nadia Istri Syekh Ali Jaber Smart Campus Iain Syekh Nurjati Cirebon Lukisan Asli Syekh Abdul Qodir Jaelani Siapa Syekh Ali Jaber Syekh Abdul Qadir Jailani Rumah Syekh Ali Jaber Di Madinah Syekh Yasin Al Fadani Smartcampus Iain Syekh Nurjati Cirebon Syekh Abu Bakar Bin Salim Ada Berapa Istri Syekh Ali Jaber Makam Syekh Maulana Maghribi Makam Syekh Ali Jaber Kata Kata Syekh Abdul Qodir Jaelani Tentang Adab Berita Terkini Syekh Ali Jaber Syekh Maulana Malik Ibrahim Istri Pertama Syekh Ali Jaber Syekh Ali Jaber Punya Istri Berapa Keluarga Syekh Ali Jaber Istri Syekh Habib Assegaf Adik Syekh Ali Jaber Istri Kedua Syekh Ali Jaber Syekh Ali Jaber Sakit Apa Syekh Albani Nama Anak Syekh Ali Jaber Ulfa Istri Syekh Puji Makam Syekh Jangkung Syekh Hussein Jaber Berita Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia Umi Nadia Istri Syekh Ali Jaber Syekh Burhanuddin Anak Syekh Ali Jaber Cara Memanggil Syekh Abdul Qodir Jaelani Nama Istri Syekh Ali Jaber Syekh Al Bani Photo Syekh Abdul Muhyi Pamijahan Syekh Quro Karawang Keadaan Syekh Ali Jaber Sekarang Manaqib Syekh Abdul Qodir Syekh Syarif Hidayatullah Istri Syekh Ali Jaber Kabar Terbaru Syekh Ali Jaber 44 Karomah Syekh Abdul Qodir Jaelani Ceramah Syekh Ali Jaber Terbaru 2020 Kabar Terkini Syekh Ali Jaber Syekh Arsyad Al Banjari Doa Syekh Abdul Qodir Jaelani Profil Istri Syekh Ali Jaber Keturunan Syekh Abdul Qodir Jaelani Di Indonesia Syekh Nurjati Berapa Jumlah Istri Syekh Ali Jaber Umur Hasan Anak Syekh Ali Jaber Syekh Ahmad Al Misri Istri Dan Anak Syekh Ali Jaber Manaqib Syekh Abdul Qodir Jaelani Pdf Biodata Istri Syekh Ali Jaber Buku Syekh Ali Jaber Cucu Syekh Abdul Qodir Jaelani Syekh Ali Jum’ah Syekh Sudais Istri Syekh Puji Syekh Mutawalli Sya’rawi Ada Berapa Anak Syekh Ali Jaber Syekh Hisyam Kabbani Adiknya Syekh Ali Jaber Syekh Abdul Qodir Al Jaelani Syekh Misyari Rasyid Istri Syekh Ali Jaber Umi Nadia Ajaran Syekh Siti Jenar Makam Syekh Abdul Muhyi Iain Syekh Nurjati Syekh Ali Jaber Hari Ini Syekh Abdurrahman Al Ausy Syekh Ali Jaber Sakit Siapa Syekh Abdul Qodir Jaelani Download Gambar Syekh Abdul Qodir Jaelani Syekh Mansyur Syekh Samman Al Madani Tawasul Syekh Abdul Qodir Jaelani Manaqib Syekh Samman Syekh Jangkung Silsilah Syekh Ali Jaber Keturunan Syekh Siti Jenar Sampai Sekarang Hasan Putra Syekh Ali Jaber Berita Syekh Ali Jaber Hari Ini Foto Syahir Syekh Berita Syekh Ali Jaber Terkini Kata Bijak Syekh Abdul Qodir Jaelani Berapa Orang Istri Syekh Ali Jaber Villa Syekh Ali Jaber Surat Al Mulk Syekh Ali Jaber Syekh Maulana Yusuf Biografi Syekh Ali Jaber Dan Istri Foto Syekh Ali Jaber Dan Keluarga Murottal Syekh Ali Jaber Silsilah Syekh Abdul Qodir Jaelani Kata Kata Syekh Ali Jaber Syekh Abdurrahman As Sudais Wallpaper Syekh Abdul Qodir Jaelani Hd Makam Syekh Maulana Ishaq Syekh Abdul Qodir Aljaelani Fhoto Syekh Abdul Qodir Jaelani Syekh Adalah Syekh Jumadil Qubro Nasehat Syekh Abdul Qodir Jaelani Makam Syekh Nawawi Al Bantani Syekh Rasyid Kata Kata Syekh Siti Jenar Berita Terbaru Syekh Ali Jaber Meninggal Makam Syekh Yusuf Biografi Habib Syekh Lukisan Syekh Abdul Qodir Jaelani Syekh Magelung Sakti Syekh Ali Jaber Muda Siapa Syekh Abdul Qodir Jailani Bacaan Manaqib Syekh Abdul Qodir Jaelani Pdf Yayasan Syekh Ali Jaber Syekh Hariri Meninggal Istri Syekh Ali Jaber Ada Berapa Biodata Syekh Ali Jaber Syekh Ali Jaber Meninggal Karena Kata Mutiara Syekh Ali Jaber Nama Anak Perempuan Syekh Ali Jaber 140 Ajaran Syekh Siti Jenar Kata Kata Mutiara Syekh Ali Jaber Syekh Ali Jaber Adalah Syekh Maghribi Syekh Ahmad Khatib Sambas Bacaan Dzikir Manaqib Syekh Abdul Qodir Jaelani Pdf Syekh Bela Belu Hizib Syekh Abdul Qodir Jailani Syekh Yusuf Al Makassari Syekh Ahmad Tijani Kitab Yang Dikarang Syekh Nawawi Al Bantani Penusuk Syekh Ali Jaber Logo Iain Syekh Nurjati Cirebon Manaqib Syekh Saman Syekh Abdul Qodir Al Jailani Siapakah Syekh Abdul Qodir Jailani Makam Syekh Kholil Bangkalan Syekh Bahaudin Naqsyabandi Amalan Syekh Abdul Qodir Jaelani Untuk Kekayaan Syekh Saman Habib Syekh 99 Wasiat Dan Nasihat Syekh Abdul Qodir Jailani Beserta 44 Karomahnya 80 Wasiat Syekh Abdul Qodir Jaelani Kata Mutiara Syekh Siti Jenar Tentang Kehidupan Gambar Syekh Abdul Qodir Jaelani Syekh Kholil Ustadz Syekh Ali Jaber Syekh Ali Jaber Meninggal Karena Apa Syekh Mansur Al Salimi Siapa Syekh Siti Jenar Putra Syekh Ali Jaber Bacaan Manaqib Syekh Abdul Qodir Jaelani Dan Terjemahan Ilmu Syekh Siti Jenar Dan Amalannya Sedekah Subuh Syekh Ali Jaber Rumah Syekh Ali Jaber Di Jakarta Adik Kandung Syekh Ali Jaber Filsafat Syekh Abdul Qodir Jaelani Lirik Sauqbilu Ya Khaliqi Syekh Mansur Al Salimi Lirik Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim Syekh Ihsan Jampes Universitas Islam Syekh Yusuf Kisah Syekh Siti Jenar Kata Kata Bijak Syekh Abdul Qodir Jaelani Berapa Istri Syekh Ali Jaber Wirid Syekh Abu Bakar Bin Salim Anak Pertama Syekh Ali Jaber Syekh Abdul Karim Syekh Ali Berita Terbaru Syekh Ali Jaber Syekh Ali Jaber Punya Berapa Istri Syekh Ahmad Khatib Syekh Artinya Karomah Syekh Abdul Qodir Jailani Doa Al Fatihah Syekh Abdul Qodir Jaelani Bacaan Manaqib Syekh Abdul Qodir Jailani Sejarah Syekh Abdul Qodir Jaelani Kematian Syekh Ali Jaber Nama Nama Syekh Di Dunia Syekh Abdul Qadir Al Jailani Doa Syekh Abu Bakar Bin Salim Doa Alfatihah Syekh Abdul Qodir Jaelani Biografi Syekh Abdul Qodir Jailani Syekh Junaid Al Baghdadi Amalan Syekh Subakir Paling Ampuh Poster Syekh Abdul Qodir Jaelani Makam Syekh Subakir Yang Asli Khodam Syekh Syekh Jumadil Kubro Semarang Biodata Syekh Ali Jaber Dan Keluarga Video Penusukan Syekh Ali Jaber Manaqib Syekh Abdul Qodir Jaelani Dan Terjemahan Amalan Bismillah Syekh Siti Jenar Rumah Syekh Ali Jaber Di Rawamangun Amalan Syekh Ali Jaber Saudara Syekh Ali Jaber Ustadz Syekh Ali Jaber Meninggal Nama Nama Syekh Di Banten Arti Syekh Syekh Ali Jaber Istrinya Berapa Syekh Ali Jaber Ditikam Amalan Syekh Subakir Ust Syekh Ali Jaber Syekh Abdul Wahab Rokan Karomah Syekh Abdul Qodir Jaelani 5 Kesaktian Syekh Siti Jenar Doa Syekh Abdul Qodir Jailani Lukisan Syekh Subakir Amalan Wirid Syekh Siti Jenar Syekh Abdul Qadir Jumlah Istri Syekh Ali Jaber Syekh Ali Jaber Ditusuk Pisau Sholawat Kubro Syekh Abdul Qodir Jailani Syekh Samman Al Madani Dan Syekh Abdul Qodir Jaelani Manaqib Syekh Samman Arab Melayu Pdf Petilasan Syekh Abdul Qodir Jaelani Di Indonesia Syekh Ja’far Shodiq Rumah Syekh Puji Cerita Syekh Siti Jenar Syekh Ali Jaber Menikah Syekh Ramadhan Al Buthi Kata Mutiara Syekh Abdul Qodir Jaelani Silsilah Syekh Abdul Qodir Jailani Kabar Syekh Ali Jaber Sekarang Syekh Abdurrahman Makam Syekh Burhanuddin Poto Syekh Siti Jenar Syekh Ali Jaber Ditusuk Orang Tak Dikenal Syekh Ali Jaber Dimakamkan Ulfa Istri Syekh Puji Sekarang Syekh Nawawi Al Bantani Jenazahnya Tetap Utuh Sejarah Syekh Subakir Hizib Syekh Abdul Qodir Jaelani Biografi Syekh Nawawi Al Bantani Quotes Syekh Ali Jaber Quote Syekh Ali Jaber Kisah Syekh Subakir Dan Nyi Roro Kidul Kisah Syekh Abdul Qodir Jaelani Foto Syekh Amalan Syekh Abdul Qodir Jaelani Perisai Gaib Syekh Subakir Adalah Keturunan Syekh Nawawi Al Bantani Sampai Sekarang Tuan Syekh Abdul Qodir Jaelani Doa Sedekah Subuh Syekh Ali Jaber Video Habib Syekh Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia Biografi Syekh Abdul Qodir Jaelani Istri Syekh Abdul Qodir Jaelani Syekh Ahmad Badawi Syekh Abdul Karim Al Makki Syekh Anas Jaber Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi Tinggi Syekh Ali Jaber Ila Hadroti Syekh Abdul Qodir Jaelani Gambar Syekh Ali Jaber Nama Nama Syekh Di Jawa Barat Pusaka Syekh Abdul Muhyi Syekh Abdul Muhyi Pamijahan Deva Rachman Dan Syekh Ali Jaber Syekh Ali Jaber Ceramah Apa Itu Syekh Photo Syekh Ali Jaber Syekh Ali Jaber Anak Makam Syekh Hasanudin Banten Dialog Syekh Abdul Qodir Al Jaelani Dengan Allah Swt Sholawat Manaqib Syekh Abdul Qodir Jaelani Syekh Subakir Gunung Tidar Cara Bertawasul Kepada Syekh Abdul Qodir Jaelani Nama Asli Syekh Subakir Hasan Anak Syekh Ali Jaber Gambar Kata Kata Syekh Abdul Qodir Jaelani Sejarah Syekh Siti Jenar Syekh Junaid Al Batawi Kitab Manaqib Syekh Abdul Qodir Jailani Foto Syekh Abdul Qodir Jaelani Asli Perbedaan Habib Dan Syekh Syekh Ali Jaber Terbaru Pernikahan Syekh Ali Jaber Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Syekh Abul Hasan Asy Syadzili Syekh Subakir Adalah Sunan Kitab Syekh Abdul Qodir Jaelani Wejangan Syekh Siti Jenar Kumpulan Sholawat Syekh Abdul Qodir Jaelani Haul Syekh Abdul Qodir Jaelani Makam Syekh Jumadil Kubro Yang Asli Kekayaan Syekh Ali Jaber Syekh Jalaludin Rumi Syekh Abdul Qodir Jaelani Png Haul Syekh Abdul Qodir Jaelani 2021 Ajaran Syekh Siti Jenar Tentang Shalat Poto Syekh Abdul Qodir Jaelani Makam Syekh Syekh Hisyam Video Syekh Ali Jaber Makam Syekh Abu Bakar Bin Salim Foto Syekh Nawawi Al Bantani Dzikiran Syekh Abdul Qodir Jaelani Foto Syekh Siti Jenar Berapakah Istri Syekh Ali Jaber Kisah Syekh Ali Jaber Amalan Syekh Samman Al Madani Pengajian Syekh Ali Jaber Lukisan Syekh Siti Jenar Asli Biografi Syekh Ali Jaber Teks Sholawat Syekh Abdul Qodir Jaelani Sholawat Syekh Abdul Qodir Syekh Maulana Mansyur Rajah Kalacakra Syekh Subakir Cara Sedekah Subuh Syekh Ali Jaber Doa Bismillah Syekh Abdul Qodir Jaelani Syekh Nurjati Cirebon Youtube Syekh Ali Jaber Ibu Syekh Ali Jaber Makam Syekh Maghribi Silsilah Syekh Nawawi Al Bantani Silsilah Syekh Subakir Dzikir Syekh Abdul Qodir Jaelani Karomah Syekh Ahmad Tijani Keturunan Syekh Nawawi Al Bantani Bacaan Dzikir Syekh Abdul Qodir Jaelani Sholawat Syekh Abul Hasan Asy Syadzili Bacaan Tawasul Kepada Syekh Abdul Qodir Jaelani Apa Benar Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia Penyebab Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia Sabdo Palon Dan Syekh Subakir Makam Syekh Asnawi Caringin Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang Tausiyah Syekh Ali Jaber Manaqib Syekh Abdul Qodir Jaelani Dan Artinya Kisah Syekh Subakir Masjid Syekh Zayed Syekh Ali Jaber Wallpaper Ciri Keturunan Syekh Abdul Qodir Jaelani Apakah Benar Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia Tombak Syekh Subakir Hizib Bismillah Syekh Abdul Qodir Jaelani Adu Kesaktian Sunan Kalijaga Vs Syekh Siti Jenar Nama Anak Anak Syekh Ali Jaber Dakwah Syekh Ali Jaber Sholawat Syekh Subakir Kapan Syekh Ali Jaber Meninggal Syekh Shuraim Tempat Pemakaman Syekh Ali Jaber Syekh Soleh Basalamah Doa Syekh Subakir Mengusir Jin Doa Sebelum Tidur Syekh Ali Jaber Silsilah Syekh Jumadil Kubro Cara Mengirim Al Fatihah Untuk Syekh Abdul Qodir Jaelani Amalan Syekh Maulana Mansyur Tinggi Badan Syekh Ali Jaber Amalan Sebelum Tidur Syekh Ali Jaber Syekh Puji Sekarang Syekh Abdul Qodir Assegaf Doa Syekh Saman Video Pemakaman Syekh Ali Jaber Alamat Rumah Syekh Ali Jaber Biografi Umi Nadia Istri Syekh Ali Jaber Kata Kata Syekh Siti Jenar Bahasa Jawa Syekh Yusuf Estes Sejarah Aji Saka Dan Syekh Subakir Perjanjian Syekh Subakir Dengan Semar Makam Syekh Maulana Hasanudin Banten Makam Syekh Maulana Yusuf Banten Kata Mutiara Syekh Mutawalli Ceramah Syekh Ali Jaber Tentang Tahajud Kata Mutiara Syekh Abdul Qodir Al Jailani Iain Syekh Nurjati Cirebon Jurusan Babad Tanah Jawa Syekh Subakir Syekh Abdul Jabar Surat Al Kahfi Syekh Ali Jaber Nama Nama Syekh Jaman Dulu Keluarga Besar Syekh Ali Jaber Syekh Subakir Vs Sabdo Palon Amalan Syekh Abdul Qodir Jaelani Syekh Mahmud Barus Doa Syekh Samman Syekh Jambu Karang Kisah Syekh Abdul Qodir Syekh Jamaludin Merak Proses Pemakaman Syekh Ali Jaber Syekh Ahmad Deedat Lirik Syair Syekh Samman Syekh Mahfudz Termas Kesaktian Syekh Abdul Qodir Jaelani Sholawat Syekh Samman Al Madani 9 Ajaran Syekh Siti Jenar Syekh Mahmud Ibrahim Silsilah Keturunan Syekh Abdul Qodir Jaelani Syekh Nazim Istri Syekh Sudais Kitab Manaqib Syekh Abdul Qodir Jaelani Pdf Ceramah Syekh Ali Jaber Tentang Sedekah Subuh Syekh Siti Jenar Adalah Manaqib Syekh Abdul Qodir Jaelani Bahasa Arab Manaqib Syekh Abdul Qodir Jailani Bahasa Indonesia Syekh Mansyur Cikadueun Kata Syekh Abdul Qodir Jaelani Kumpulan Ceramah Syekh Ali Jaber Syekh Subakir Dan Sunan Kalijaga Mazhab Syekh Abdul Qodir Jaelani Kisah Syekh Abdul Qodir Jaelani Dan Malaikat Ceramah Syekh Ali Jaber Bahagia Dunia Akhirat Anak Keturunan Syekh Siti Jenar Guru Syekh Subakir Buku Syekh Ali Jaber 20 Amalan Ringan Ulfa Syekh Puji Makam Syekh Bela Belu Cara Bertemu Syekh Siti Jenar Syekh Maulana Ishak Syekh Maulana Malik Ibrahim Adalah Nama Lain Dari Lirik Sidnan Nabi Syekh Abdul Qodir Gambar Syekh Ali Jaber Dan Istri Syekh Ahmad Al Misry Syekh Hamzah Fansuri Karomah Syekh Nawawi Al Bantani Doa Syekh Samman Al Madani Haul Syekh Abdul Qodir Jaelani 2018 20 Amalan Ringan Syekh Ali Jaber Pdf Tarif Syekh Ali Jaber Syekh Sa’ad Al Ghamidi Nama Syekh Yang Ada Di Banten Hizib Syekh Subakir Murotal Syekh Sudais Harga Villa Syekh Ali Jaber Foto Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia Gambar Syekh Nama Nama Syekh Wali Allah Keluarga Syekh Ali Jaber Di Indonesia Syekh Ahmad Rifai Adik Syekh Ali Jaber Menikah Makam Syekh Jumadil Kubro Semarang Foto Syekh Samman Al Madani Gunung Tidar Syekh Subakir Ilmu Pengobatan Syekh Abdul Qodir Jaelani Syekh Terkenal Di Dunia Syekh Bentong Nasehat Syekh Ali Jaber Amalan Syekh Siti Jenar Ceramah Syekh Ali Jaber Terbaru 2021 Anak Tertua Dari Syekh Maulana Malik Ibrahim Bernama Sunan Kesaktian Syekh Siti Jenar Perjanjian Syekh Subakir Dan Sabdo Palon Kata2 Syekh Abdul Qodir Jaelani Riwayat Hidup Syekh Ali Jaber
silsilah tuan guru besilam